Papermean
Beberapa penulis artikel kesehatan menyatakan hal yang sangat menarik sebagai asosiasi pengaruh hasrat seksual terhadap otak, yaitu seks memberikan sensasi serupa dengan sensasi mengkonsumsi cocaine. Berdasar cara kerjanya didalam otak, hal itu sangat benar. Neurotransmitter dopamine yang berada jauh dalam otak memicu perasaan excited dan rasa senang sebagai reaksi atas stimuli yang diterima oleh indera. Real-nya, hal ini terjadi saat seseorang melihat lawan jenis yang secara seksual sangat menarik.
Reaksi beruntun dari aktivitas neuro ini adalah otak kemudian melepaskan sesuatu yang disebut phenylethylamine, pengaruhnya; flow informasi di dalam otak jadi sangat cepat sehingga secara reflektif leher dan mata melakukan tracking untuk terus mengamati object yang menarik tersebut. Mekanisme sensasi, reaksi dan reflek ini cenderung bersifat short term karena mencari pasangan tentu saja tidak hanya karena ketertarikan seksual.
Kesimpulannya adalah benda yang berada di dalam kepalamu ternyata organ seksual yang sangat besar berasarkan hasil penelitian terhadap bagaimana stimuli seksual memicunya dan bagaimana organ itu bereaksi terhadap stimuli tersebut. Selanjutnya, kendalikan dirimu agar tidak terlibat masalah karena terlalu lama melakukan tracking pada sesorang yang menarik tersebut and good luck with that big sexual organ. -MensHealthMag






0 comments:
Posting Komentar