18 Juli 2012

Ice Age, Continental Drift; Fun Pre-Historic Lesson

Tiap seri film Ice Age, kalo disimpulin dengan sederhana, setting waktu kejadiannya serasa beruntun. Dulu, seri I sett-nya jaman es, terus seri II jaman es cair, yang ketiganya jaman lahir reptil-reptil gigantic, yang seri film keempat jaman pergeseran lempeng benua. Padahal pas dicocokin sama buku sejarah, setting Ice Age ternyata acakadut.
Well, namanya juga hiburan, yang penting hepi. Kalo gitu, bukan itu lesson yang bisa diambil dari film ini. Dari penokohan dan interaksi tokoh-tokohnya banyak juga inspirasi bermanfaat; kekeluargaan, persahabatan, kepercayaan, kesetiaan, lingkungan sosial. Dari durasi sembilan puluh menitan penonton dapet content yang segitu padatnya, jadi jangan pada meleng, tar leap!
Yang paling dominan memang inspirasi kekeluargaan. Jadi, film arahan Mike Thurmeier ini memang tetep tentang Manny (mamooth), Diego (sabretooth) dan Sid (moyangnya kukang) tapi kali ini dengan misi mempertahankan keutuhan keluarga pas jumlah anggota keluarga bertambah. Sekarang (diseri keempat) tambahannya; Manny+Ellie punya anak yang sudah remaja, Sid akhirnya ketemu sama long lost family-nya plus sang grandma yang rada pikun. Diego juga punya temen baru, sabretooth juga, tapi yang ini betina dengan suara empuk (jelas empuk, yang isi suaranya J-Lo :).
Wait, one thing almost forgotten, Scratch (moyangnya tupai)! Yang satu ini walopun kecil, tokoh utama juga. Sama kaya seri-seri sebelumnya, scratch tetep kocak waktu menghabiskan hidupnya untuk berburu kacang.
Overall, this movie provides inspirations and amusement. Banyak banget yang bikin ketawa, dari Sracth sampe grandma-nya Sid yang binatang peliharaannya aneh. Dari Manny yang terlalu kuatir sama anak remajanya sampe gerombolan bajak laut kingkong purba (ato mungkin juga orangutan purba jantan) yang cari-cari masalah.













Extra info:
Nonton versi 3D Ice Age ada bonus film pendeknya The Simpsons; The Longest Day Care

0 comments:

Posting Komentar