Papermean
Duo violist manis udah, bassist yang ramah uda, drummer yang jago bikin musik jadi seimbang juga udah. Kali ini giliran si Frontline sekaligus Gitaris Blind Aphrodite yang sungguh ramah dan bertangan dingin. Ignatius Prasetyo nama lengkapnya dan biasa di panggil Prast. Prast adalah salah satu otak yang menggagas terciptanya Band pelantun Makaka Ekor Seribu ini.
Dari protes ata ketidakadilan yang pernah dia rasakan berdirilah Blind Aphrodite yang menciptakan sebuah karya yang dilantunkan melalui nada. Positif banget yah, secara protesnya gak ngerusak tapi ngajakin orang-orang bersatu dan mendengar, selain pesan cepat samapi pendengar pun terhibur. Blind Aphrodite bisa jadi kayak sekarang ini gak lepas dari tangan dinginnya serta inspirasinya.
"Musik itu adalah suara hati, yang tidak dapat diungkap dengan kata-kata"Statemnent diatas meluncur dengan sangat filosofis, dari bibir Mahasiswa FISIP UAJY itu, Prast memang sangat mencintai musik terbukti dari piawainya dia mencipta dan melantunkan nada-nada indah bersama Bandnya, kalo bukan karena cinta pasti hasilnya gak bakal maksimal ya kan?
Selama menjadi tetua di Bandnya Prast tidak pernah menganggap kesulitan adalah sebuah batu sandungan yang bisa bikin dia drop, asalkan bisa enjoy semua masalah bukanlah hal yang berat. "kesulitan pasti ada, tapi kalo dilakuin dengan enjoy pasti bisa selesai, apalagi menyatukan 5 kepala" lanjutnya sambil mensesap rokok kreteknya.
Prast memang memiliki kemampuan nge-lead temen-temen Bandnya, hingga terciptalah sebuah kekompakan didalemnya, Prast bisa banget dipercaya dalem hal nge-lead mereka terbukti dengan acara gigs, latian, dan kegiatan yang mereka lakuin bareng memperlihatkan betapa solidnya mereka.
"kalo mau diliat dari mitologinya Blind Aphrodite itu dewi cinta, berdasarkan ajaran mitologi itu seharusnya kita memberi cinta tanpa melihat apapun" jawab cowok yang punya side job bikin mainan dari sampah bekas ini.
lagu-lagu ciptaanya sungguh easy listening dan gampang banget diterima, didengerin sekali dua kali langsung inget tentang hal itu Prast memiliki persepsi tersendiri tentang mengajak pendengar mendengar pesan-pesan mereka melalui lagu yang santai dan pergantian nadanya gak drastis.
Prast, emang bisa banget ngajak kita para muda-muda buat berapresiasi dengan hal-hal postif, seperti nge-band dan berkarya karena protes tanpa kekerasan sebenernya juga bisa dilakuin, salah satunya proteslah melalui nada-nada indah yang menyirep telinga, bukan dengan kata-kata keras dan perusakan tempat umum.
Cowok yang jago memetik gitar ini ternyata mengidolakan pandangan Sigur Ros. "bukan musiknya loh, tapi pandangannya" ujarnya menutup bincang-bincang.
sebagai Frontliner Band, Prast memiliki kemapuan yang patut buat diacungin jempol. Selain lagu-lagu yang enak banget di dengerin, kekompakkan dan kesolid-an Bandnya adalah sebuah bukti bahwa Prast dapat dipercaya dalam mengatur dan memimpin Bandnya. Salute buat Prast, teruslah berkarya buat menginspirasi semua teman-teman.







0 comments:
Posting Komentar